“Dunia belum akan bersatu sebelum Jahudi bersatu. Dan, Indonesia belum akan bersatu sebelum orang Batak bersatu!”, begitu guyonan anak Medan. Orang Batak memang unik. Mereka selalu menganggap dirinya memiliki sifat superioritas. Menganggap dirinya lebih mampu, lebih baik, lebih ‘pintar’, lebih gesit dari orang lain. Sekalipun terkadang kehidupannya belum bercukupan (melarat),Read More →

Mejuahjuah.id – Merga Sembiring dan cabang-cabangnya I. Sembiring Siman biang (Tidak biasa kawin campur darah dengan cabang Sembiring lainnya, artinya: tidak diperbolehkan perkawinan dengan sesama merga Sembiring) . Kembaren berasal dari Samperaya dan Liang Melas. Sinulaki berasal dari Silalahi dan Paropo. Keloko berasal dari Pergendangen, Tualang dan Paropo. Sinupayung berasalRead More →

Mengambil barang-barang yang diletakkkan ditata kuburan seperti bendera, kayu, piring, cerek, tempat bunga, gelas, dipan. Pantang pada waktu malam hari memotong kuku atau rambut ataupun mendengar anjing melolong. Pantang menyapu sebelum orang selesai makan dan pantang juga meninggalkan teman yang belum selesai makan. Merga Ginting pantang makan kerbau putih, belalangRead More →

Mejuahjuah.id – Merga Ginting dan cabang-cabangnya : Munte berasal dari Kutabangun, Ajinembah, Kubu, Dokan, Tongging, Munte, Rajatengah dan Bulan Jahe. Suka berasal dari Suka, Linggajulu, Naman dan Berastepu. Sugihen berasal dari Sugihen, Juhar, dan Kutabangun. Manik berasal dari Tongging, Bungabaru dan Lingga. Jawak berasal dari Cingkes. Seragih berasal dari LinggaRead More →

Mejuahjuah.id – Rumah Sakit Umum pertama RS Zending Kabanjahe dibangun di Gungleto oleh Bataksche Instituut pada tanggal 20 September 1920 dan diresmikan pada 15 Juli 1923 yang kemudian dihibahkan ke GBKP 22 September 1948.Read More →

Tengah menanak nasi pantang bernyanyi atau menanggalkan tudung kepala. Sewaktu makan, pantang kalau tangkai sendok yang dibuat dari bambu (nasi ukat) menunjuk seseorang, mengenai orang dengan tangkai itu, ataupun lampu mati atau sendok itu dibawa diatas makanan orang lain yang bakal memakannya. Pantang mengambil barang-barang orang yang menderita kebakaran rumah.Read More →

Merga Karokaro dan cabang-cabangnya Sinulingga berasal dari Lingga, Bintang Meriah dan Gunung Merlawan. Sitepu berasal dari Naman, Beganding, Sukajulu, Sukanalu, Sinaman, Sukanalu Teran. Purba berasal dari Kabanjahe, Berastagi dan Lau Cih (Deli Hulu). Surbakti berasal dari Surbakti dan Gajah. Barus berasal dari Barus Jahe, Tanjung Barus dan Barus Julu. KetarenRead More →

Saya tertawa kecil melihat tingkah teman saya yang berulangkali mengusap keringatnya dengan saputangan. Maklum, teman saya itu menjadi bintang di pesta siang itu. Dia mengundang saya di hari pernikahannya yang diadakan di sebuah gedung wilayah Ragunan Jakarta Selatan. Setiap acara demi acara diikutinya dengan penuh semangat. Dari pemberkatan di gerejaRead More →

Mejuahjuah.id – Aras jadi Namo Ertina, Kalak si mesera babanna nggeluh jadi kalak bayak. Kebalikenna : Namo jadi Aras. Biasa ka ipersada, Aras jadi namo, namo jadi aras. Ipake ngandingken kumalih jaman. Kalak si musil jadi jore, si jore salih ku mesera.Read More →

Kiras Bangun lahir di Batukarang sekitar tahun 1852. penampilannya sederhana, berwibawa dengan gaya dan tutur bahasa yang simpatik. Masyarakat menamakan beliau Garamata yang bermakna “Mata Merah”. Masa mudanya ia sering pergi dari satu kampung ke kampung lain dalam rangkaian kunjungan kekeluargaan untuk terwujudnya ikatan kekerabatan warga Merga Silima serta terpeliharanyaRead More →

Mejuahjuah.id Pantang menunjuk benang raja (benteha) dengan jari telunjuk. Pantang menggendong tempat enau dengan bahu kiri dan juga mengatakan “bawa banyak ikan” kepada orang yang akan mengail. Pantang jika mulai bertenun ternyata benangnya putus. Jika tangan basah kena ludah pantang menumbuk tepung untuk membuat cimpa. Sedang berkikir pantang untuk menangkapRead More →

Mejuahjuah.id Didalam perkawinan, pantang jika kaki pengantin tersandung sewaktu berjalan dari tempatnya biasa menuju ke tempat yang ditentukan, ataupun kepalanya terantuk. Sehari sesudah pesta perkawinan, pengantin pantang menyeberang sungai dan 4 hari lamanya pantang meninggalkan tempat tidur. Pantang mengerjakan sesuatu pekerjaan dalam keadaan terbelengkalai. Ada peribahasa orang Batak Karo yangRead More →