Guru Penawar Reme

Mejuahjuah.id – Cerita berawal dari kampung Kandibata Tanah Karo, dimana ada dukun sakti yang terkenal. Dukun ini disebut sebagai Guru Penawar Kandibata. Dia mempunyai seorang istri dan dua orang anak perempuan bernama Tandang Kumerlang dan Tandang Suasa.

Suatu hari datang utusan Raja dari tanah Alas ke Kandibata. Mereka meminta Guru Penawar untuk ke Alas karena disana sedang terjadi penyakit Reme (Cacar) yang tidak ada yang bisa menyembuhkan. Sebetulnya  Guru Penawar mendapat firasat buruk tapi dengan keyakinannya dia dan istrinya berangkat ke Alas.

Selama di Alas, rupanya Guru Penawar Reme mendapatkan kabar kalau anaknya Tandang Kumerlang dan Tandang Suasa sedang sakit keras. Namun sang Guru tidak mau kembali. Dia katakan kalau pun kedua putrinya itu meninggal, dengan  sisa tulang belulalangnya pun dia sanggup menghidupkannya lagi.

Akhirnya kedua putri sang Guru meninggal. Karena roh mereka selalu merindukan roh bapa dan ibu mereka, akhirnya rintihan mereka didengar oleh Roh Keramat Gunung Sibayak. Roh itu mengajak roh kedua putri sang guru untuk tinggal bersama mereka di kaki gunung sibayak dan berdiam disana.

Baca Juga  Pawang Ternalem

Sekembali dari ke Kandibata Guru Penawar Reme dan istrinya tidak lagi mendapati anaknya. Akibatnya dia menyuruh anak kuta untuk mencari sisa tulang belulang anaknya. Namun tulang belulang pun tidak lagi diketemukan.

Dengan ilmunya Guru mencari anaknya. Dia mendapati anaknya berada di kaki Gunung Sibayak. Ketika dia meminta kembali anaknya, Roh Gunung Sibayak menolaknya. Guru Penawar Reme menyesali apa yang telah diperbuatnya.   

Sumber : www.joeybangun.com

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.

Leave a Reply