Kampil Gempang Sawa

Kampil Gempang Sawa Mejuahjuah.id I Ensiklopedia Karo

Diangkat dari buku Mengenal Seni Kerajinan Tradisional Karo karya AG. Sitepu.

Mejuahjuah.id – Alat-alat atau benda yang digunakan bagi orang yang pemakan sirih terdiri dari Kampil Gempang Sawa (untuk laki-laki), Kampil Tumba/Tandek/ Indung-indung (untuk wanita), Tutu-tutu, Kalakati penjabat, (untuk wanita), Tagan diberu, Tagan Kicik (untuk laki-laki), Tagan kinukut, Kerandam dan Petak ranto.

—————–

KAMPIL GEMPANG SAWA

Bahan : Kampil Gempang Sawa bahannya terdiri dari pandan, pelepah pisang sirurus, kain merah kurada.

Mengerjakannya : dengan cara dianyam.

Ukuran : Tinggi kira-kira 19 cm. Lebar kira-kira 28 cm.

Ukiran : Ukiran/ragam hias Rawang kudengkah-kudeng- kih (rawang pultak), lipan nangkih tongkeh, embun sikawiten, ipen-ipen dan pako-pako.

Gunanya :

  1. Kampil Gempang Sawa dipakai pihak laki-laki pemakan sirih. Isi kampil terdiri dari sirih, tagan kicik (tempat kapur), petak ranto. tutu-tutu (untuk menumbuk sirih), anak kampil, tembakau, gambir, pinang.
  2. Sebagai alat untuk memulai pembicaraan pada waktu pesta perkawinan. Kampil im harus dipersiapkan oleh sukut penganten laki-laki sebanyak 6 (enam) buah dengan diisi dengan sirih, kapur, gambir, tembakau, pinang, rokok beserta korek apinya. 5 (lima) buah kampul diserahkan kepada pihak pengantin wanita, masing-nmasing disampaikan kepada :
  1. Sukut Sinereh
  2. Kalimbubu Singalo Bere-bere
  3. Kalimbubu Singalo Perkempun/Perninin
  4. Singalo Perbibin
  5. Anak Beru

Sedangkan 1 buah kampil diserahkan kepada kalimbubu Singalo Ulu Mas.

*) Diangkat dari buku Mengenal Seni Kerajinan Tradisional Karo karya AG. Sitepu.

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *