Njujungi Beras Piher

Njujungi Beras Piher Mejuahjuah.id I Ensiklopedia Karo

Ilustrasi Njunjungi Beras Piher kepada Tamu Belanda Tempo Doeloe. (Foto : istimewa)

Mejuahjuah.id – Njujungi Beras Piher maksudnya menyampaikan ucapan selamat dengan cara khusus menabur beras di atas kepala seseorang. Njujungi Beras Piher juga merupakan kepercayaan dan penghormatan.

Njujungi Beras Piher dilakukan kepada :

– Orang yang telah lama tidak nampak kemudian muncul kembali.

– Orang yang luput dari mara bahaya.

– Orang yang telah lama menderita sakit dan sembuh kembali.

– Orang dianggap terhormat dan berjasa.

– Kepada tamu agung dengan cara penyambutan.

Pelaksanaan Njujungi Beras Piher

Seseorang yang akan diberi acara Njujungi Beras Piher terlebih dahulu diatur duduknya tersendiri. Kemudian lbu yang akan melakukannya datang mendekatinya sambil membawa sebuah Perakan bcrisi beras. Beras yang dijemputnya dari Perakan ll kali dan menaburkannya di kepala yang bersangkutan dengan berucap seliap kali ditaburkannya.

  1. Sambil mengucapkan Ersada tendi ku rumah” artinya bersatu roh ke rumah (ke tempatnya).
  2. Sambil mengucap “Ola erdua-dua ukur muat simehuli” artinya jangan dua pikiran untuk mencapai kebaikan.
  3. Sambil mcngucapkan “Taluken penakit, taluken sirukur la mehuli:”‘ artinya kalahkan penyakit, kalahkan orang berpikiran tidak baik.
  4. Sambil mengucapkan “Selpat nipi gulut, selpat liah-liah. Banga keiesa” artinya lepas mimpi buruk, lepas unsur dosa.
  5. Sambil mengucapkan “Ertima tendi i rumah” artinya menunggu roh di rumah (di tempatnya).
  6. Sambil mengucapkan “Gelem bekas latih, gelem kinibayaken” artinya pegang hasil jerih payah, pcgang kekayaan.
  7. Sambil mengucapkan “Pitut perukuren si la mehuli, pitut bahan-bahanen nukalak sila mehuli, pitut Iiah-liah” artinya terltutup pikiran yang tidak baik, tertutup pcrbuatan tidak baik terhadap orang lain, tertutup nasib sial.
  8. Sambil mengucapkan “Ergaruh ku sinterem, erngaruh ku Sangkep Nggeluh, erngaruh ku Kade-kade” artinya beramal kepada khalayak ramai, beramal kcpada Sangkep Nggeluh, dan beramal kepada keluarga famili.
  9. Sambil mengucapkan “Nilah kerina penakit, nilah entem nu begu, nilah gerek-gerekken si la mehuli ” artinya tersingkir semua penyakit, tersingkir maksud setan, tersingkir pertanda tidak baik.
  10. Sambil mengucapkan “Bunuh musuh, bunuh singgas-gasi, bunuh perukuren si la mehuli”‘ artinya bunuh musuh, bunuh yang mengganggu, bunuh maksud jahat.
  11. Sambil mengucapkan “Ersada tendi ku rumah” artinya menyatu roh ke rumah (ke tempatnya).

*) Diangkat dari Buku Pilar Budaya Karo (Sempa Sitepu, Bujur Sitepu, AG. Sitepu)

——————————————

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *