Mejuahjuah.id – Perkembangan zaman telah mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia. Apapun itu termasuk tradisi yang telah turun menurun dalam struktur sosial masyarakat. Ketika kita membicarakan tradisi tentu kita tidak bisa lepas dari bagaimana budaya yang mempengaruhi struktur sosial masyarakat tersebut. kalau kita menyebut Karo tentu tidak kita tidak bisa lepasRead More →

Oleh Malem Ukur Ginting (Swedia) Mejuahjuah.id 100 tahun sinikEnggo ndekah kita sinik, enggo ndekah kita la ngerana tahpe la nggit ngerana, tah ngerana ibas ukurta saja. Ibas negeri Karojahe (Deliserdang-Langkat) enggo me 100 tahun kita sinik ertina sejak terbunuhna Datuk Sunggal merga Surbakti tahun 1902. Surbakti berperang selama 25 tahunRead More →

Saya tertawa kecil melihat tingkah teman saya yang berulangkali mengusap keringatnya dengan saputangan. Maklum, teman saya itu menjadi bintang di pesta siang itu. Dia mengundang saya di hari pernikahannya yang diadakan di sebuah gedung wilayah Ragunan Jakarta Selatan. Setiap acara demi acara diikutinya dengan penuh semangat. Dari pemberkatan di gerejaRead More →

Kebudayaan berikut ritus tradisi Karo semakin surut sejak masuknya agama Kristen Protestan (dibawa NZG melalui Pdt H.C Kruyt, 1890), Katolik (dibawa Pastor Elpedius van Duynhoven,1939) & Islam (terutama Karo dataran rendah yang bergabung dengan Melayu). Sebelum masuknya ketiga agama tersebut ke Tanah Karo, agama Pemena/Perbegu (agama tradisional Karo) sangat mendukungRead More →

Oleh Pt.Ir.Perdana Gintings, Msi Mejuahjuah.id – Dalam pesta adat perkawinan suku Karo, ada tiga tahapan adat yang  harus di lalui yaitu “Mbaba Belo Selambar”, “Nganting Manuk”, dan “Erdemu Bayu” atau petuturken. Biasanya sebelum upacara Nganting Manuk dilakukan acara pemberkatan nikah di gereja, khususnya bagi pengantin  orang Kristen. Yang paling saratRead More →

Mejuahjuah.id – Ninta (bukan nama sebenarnya), 23 tahun, beru Karo, suatu kali mengejutkan saya dengan sms yang dikirimnya ke telepon genggam saya. Bagaimana tidak, sms itu bertuliskan, “Menurut lo kapan sih budaya Karo itu yang betul-betul murni?”. Saya mencoba memutar otak. Daripada salah menjawab saya balik membalas smsnya, “Kemurnian yangRead More →

Oleh Joy Harlim ‘Nonink’ Sinuhaji Mejuahjuah.id – Pada sekitar dibawah abad ke 19 masyarakat KARO masih hidup dibawah kebudayaan HINDUISME. Individu KARO apabila melakukan kegiatan spiritualitasnya dengan melakukan sesajen yang dikenal dengan istilah ERCIBAL atau CIBAL-CIBALEN. Pada zaman ini setiap individu KARO apabila wafat akan dibakar (mohon informasinya tentang istilah/sebutanRead More →

Oleh Andreas Andika Sembiring Mejuahjuah.id – Asal Usul Etnis dan Nama Karo Berdasarkan mitos yang ada, asal-usul suku di Sumatera Utara bervariasi, ada yang mengusut asal-usul leluhurnya dari langit yang turun di puncak gunung Pusuh Buhit (Toba), ada yang berasal dari lapisan yang paling indah yang disebut Tetoholi Ana’a yangRead More →

Mejuahjuah.id – Menurut kamus besar bahasa Karo karya Darwin Prinst, tertulis pengertian Cekurak adalah menjelekkan orang lain, atau menjelek-jelekkan sifat orang lain. Cekurak bisa juga diartikan dalam bahasa Indonesia, ngomongin orang lain atau yang lebih dikenal dengan nama GOSIP. Entah siapa yang pertama kali menciptakan sebutan ACC (Anceng, Cian, Cekurak).Read More →

Mejuahjuah.id – Biang (Bahasa Indonesia : Anjing) adalah binatang berkaki empat yang suka menggonggong. Bagi orang Karo non Muslim daging biang yang dimakan biasa disebut B1. Sedang untuk daging Babi disebut B2. Mungkin pengertian B1 dan B2 yang muncul pada makanan khas suku Karo ini diambil dari jumlah B padaRead More →