“Dunia belum akan bersatu sebelum Jahudi bersatu. Dan, Indonesia belum akan bersatu sebelum orang Batak bersatu!”, begitu guyonan anak Medan. Orang Batak memang unik. Mereka selalu menganggap dirinya memiliki sifat superioritas. Menganggap dirinya lebih mampu, lebih baik, lebih ‘pintar’, lebih gesit dari orang lain. Sekalipun terkadang kehidupannya belum bercukupan (melarat),Read More →

Konon menurut ceritanya, Danau Lau Kawar ini berasal dari lokasi sebuah perkampungan yang namanya Kawar. Penduduk desa yang pada umumnya bekerja sebagai petani sebagaimana dengan warga lainnya di Tanah Karo. Hasil pertanian masyarakat selalu berlimpah ruah karena Tanahnya cukup subur. Para petani tidak ada memakai pupuk atau obat-obatan seperti sekarang.Read More →

Di daerah Urung Galuh Simale ada sepasang suami istri, yaitu Ginting Mergana dan Beru Sembiring. Mereka hidup bertani dan dalam kesusahan. Anak mereka hanya seorang, anak wanita, yang bernama Beru Ginting Sope Mbelin. Untuk memperbaiki kehidupan keluarga maka Ginting Mergana mendirikan perjudian yaitu “judi rampah” dan dia mengutip cukai dariRead More →

Pawang Ternalem adalah cerita rakyat Karo yang bermula dari satu kuta/kampung di Liang Melas, Tanah Karo. Suatu hari seorang bayi lahir di hari yang dianggap sial. Bapa dan Ibu bayi itu tiba-tiba saja meninggal. Menurut kepercayaan Karo waktu itu, bayi itu dianggap sebagai anak pembawa sial. Orang-orang berusaha menyingkirkan bayiRead More →

Mejuahjuah.id – Cerita berawal dari kampung Kandibata Tanah Karo, dimana ada dukun sakti yang terkenal. Dukun ini disebut sebagai Guru Penawar Kandibata. Dia mempunyai seorang istri dan dua orang anak perempuan bernama Tandang Kumerlang dan Tandang Suasa. Suatu hari datang utusan Raja dari tanah Alas ke Kandibata. Mereka meminta GuruRead More →

Seorang wanita Karo tempo doeloe menjadi cover buku “Indonesia 500 early Postcards”. Wanita Karo itu duduk dengan gaya anggun memakai pakaian khas wanita Karo lengkap dengan tudung dan padung-padung tempo doeloe. Yang uniknya di atas tudung wanita Karo itu diletakkan “Sumpit Nakan”. Keanggunan wanita Karo Tempo doeloe adalah sebuah sisiRead More →

Zaman Dahulu ada seorang Raja yang bernama Raja Sembahen yang tinggal di Desa Ajinembah. Sesuai dengan tulisan kuno dan cerita turun temurun. Raja tersebut ada mempunyai seorang putri/ gadis yang bernama Buaten Beru Ginting Munte yang terkenal berparas cantik, bertingkah laku dan tutur kata yang sangat baik. Telah beberapa kaliRead More →

Mejuahjuah.id – Tata bahasa Karo bukan pengekang keluwesan berbahasa para penggunanya. Sebaliknya, dengan memperhatikan kaidah-kaidah berbahasa yang benar akan lebih menjamin kejelasan maksud pengujar kepada sipendengar. Penggunaan kaidah bahasa yang benar dalam tulisan juga akan mengefektifkan pesan yang hendak disampaikan penulis kepada pembaca. Buku Tata Bahasa Karo ini menggambarkan strukturRead More →

Mejuahjuah.id – Rasanya tidak orang yang lahir, besar, atau paling tidak pernah tinggal di Tanah Karo tidak mengenal Gertak Lau Biang (baca : Jembatan Lau Biang). Jika ditanyakan apa pendapat mereka tentang Gertak Lau Biang dengan perasaan bergidik dan dibumbui cerita-cerita seram mereka akan menjelaskan tentang jembatan angker tersebut. KononRead More →