Sejarah Sembiring

Sejarah Sembiring Mejuahjuah.id I Ensiklopedia Karo

Mejuahjuah.id – Oleh Joey Bangun

Sembiring berasal dari kata Si Mbiring yang artinya adalah si hitam. Penyebutan ini erat keterkaitannya dengan kedatangan orang-orang India ke Tanah Karo. Mereka semua berkulit hitam. Di sisi lain orang-orang Sembiring keturunan Pagaruyung juga berkulit hitam. Lebih hitam dari orang-orang yang sudah tinggal lebih dulu di tanah Karo ketika itu.

Sumber lisan mengatakan Sembiring adalah merga terakhir yang datang ke Tanah Karo, yang menggenapi 4 merga yang lebih dulu berdiam di Tanah Karo yaitu Karo-Karo, Ginting, Tarigan dan Perangin-angin.

Merga Sembiring terbagi menjadi 2 golongan :

  1. Sembiring si man biang. Kelompok ini bisa memakan daging anjing. Terbagi menjadi 4 sub merga yaitu : Kembaren, Sinulaki, Keloko dan Sinupayung.
  2. Sembiring si mantangken biang atau lebih dikenal dengan Sembiring Singombak. Kelompok ini tidak bisa memakan daging anjing karena punya sejarah sendiri. Golongan merga ini dikenal juga dengan golongan Sembiring Singombak karena melakukan upacara ritual menghanyutkan abu pembakaran jenazah leluhur di sungai Lau Biang. Golongan ini mempunyai 15 sub merga yaitu : Brahmana, Colia, Pandia, Gurukinayan, Keling, Depari, Pelawi, Bunuaji, Busuk, Meliala, Maha, Muham, Pandebayang, Tekang dan Sinukapur.

Kedua golongan Sembiring ini tidak saling mengawini. Namun sesama golongan Sembiring Singombak bisa saling mengawini.

Bagaimana kisahnya? Mari kita simak.

Sembiring Si man biang

Golongan ini terdapat 4 sub merga yaitu Kembaren, Sinulaki, Keloko dan Sinupayung.

Kembaren

Menurut Pustaka Alim Kembaren berupa bilang-bilang tulisan aksara Karo yang ditulis pada kulit kayu yang kemudian ditulis kembali oleh Pdt. J.H. Neumann, asal usul merga ini dari Kuala Ayer Batu. Kemudian pindah ke Pagaruyung lalu ke Bangko di Jambi dan selanjutnya ke kutungkuhen di Alas. Nenek Moyang Kembaren bernama Kenca Tampe Kuala. Keturunannya kemudian mendirikan kampung Silalahi, Paropo, Tumba dan Martogan. Dari sana mereka menyebar ke wilayah Urung Liang Melas seperti Kuta Mbelin, Samperaya, Pola Tebu, Ujung Deleng, Negeri Jahe, Gunung Meriah, Longlong, Tanjung Merahe, Rih Tengah dan daerah lainnya. Merga ini juga tersebar luas di kabupaten Langkat seperti Lau Demak, Batu Erjong-jong, Sapo Padang, Sijagat dan daerah lainnya sekitar itu.

Keloko

Menurut cerita, Sembiring Keloko masih satu keturunan dengan Sembiring Kembaren. Merga ini tinggal di Rumah Tualang, sebuah desa yang sudah ditinggalkan antara Pola Tebu dan Sampe Raya. Merga ini sekarang banyak tinggal di Pergendangen. Beberapa keluarga tinggal di Buah Raya dan Limang.

Sinulaki

Sejarah merga Sinulaki menurut cerita sama dengan sejarah Sembiring Kembaren. Mereka disebut satu rumpun. Merga Sinulaki berasal dari Silalahi dan Paropo.

Sinupayung

Keempat golongan Sembiring Si Man Biang ini tidak boleh saling mengawini. Bahkan mereka berjanji tidak akan mengawini sub merga Sembiring keturunan Singombak karena menganggap mereka semua adalah Senina (Saudara).

Sembiring Sinupayung menurut cerita bersaudara dengan Sembiring Kembaren. Mereka tinggal di Juma Raja dan Negeri.

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.
Bagikan

Pages: 1 2 3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *