Sistem Kekerabatan Pada Suku Karo

Sistem Kekerabatan Pada Suku Karo Mejuahjuah.id I Ensiklopedia Karo

Mejuahjuah.id – Bila diamati atau diperhatikan secara cermat, akan diketahuilah bahwa sistem kekerabatan pada suku Karo mengandung cakupan yang cukup luas dan mendalam. Oleh karena itu untuk membuat suatu penjelasan yang rinci dan mudah dipahami terasa sangat sulit. Pekerjaan ini membutuhkan bakat dan keahlian khusus agar hasilnya baik dan lebih sempurna.

Sistem kekerabatan yang ada pada suku Karo memang sangat penting karena merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupannya Sistem kekerabatan itu sebenarnya merupakan perwujudan dari sikap dan perilaku, fungsi dan tanggung jawab suatu keluarga dengan keluarga lainnya sebagai menunjukkan kepedulian dan rasa cinta kasih. Melihat sistem kekerabatan tersebut maka di dalam masyarakat adat Karo tidak ada lagi yang tidak termasuk keluarga.

Barangkali munculnya sistem kekerabatan itu adalah disebabkan terjadinya perkawinan antar merga dan sub marga dan perkawinan tersebut menghasilkan keturunan. Sebagai akibat terjadilah kelompok keluarga baru di samping ada keluarga yang lama. Artinya terjadilah pertukaran kedudukan dan fungsinya misalnya pihak keluarga laki-laki yang kawin dan pihak keluarga perempuan. Dalam suatu perkawinan maka keluarga pihak laki-laki dinamakan “anak beru” pihak perempuan. Dan selanjutnya keluarga pihak perempuan disebut “kalimbubu” oleh pihak keluarga laki-laki. Seterusnya yang mengambil anak perempuan dari keluarga pihak laki-laki menjadi anak beru pihak Iaki-laki itu sendiri. Dalam hal tersebut terjadi proses keluarga baru di samping adanya keluarga lama di atasnya. Maka akhirnya timbullah sistim kekelabatan yang dikenal dengan istilah Sangkep Nggeluh alau Sangkep Sitelu.

Sangkep Nggeluh atau Sangkep Sitelu.

Sangkep Nggeluh dalam terjemahan langsung berarti kelengkapan hidup. Sangkep Nggeluh sering juga disebut ikatan sangkep sitelu, artinya kelengkapan dari tiga unsur dalam keluarga. Sangkep nggeluh akhirya berfungsi menjadi wadah musyawarah sekaligus menjadi perangkatnya dalam kelompok keluarga tertentu yang bertindak sebagai sukut atau tuan rumah. Sangkep nggeluh tersebutlah membahas suatu rencana kerja menyangkut kegiatan dalam suatu kelompok keluarga. Apa yang dihasilkan sebagai putusan musyawarah, itulah dilaksanakan sebaik-baiknya, penuh tanggung jawab oleh pihak anak beru sukut.

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *