Tendi (Roh) pada Masyarakat Karo

Tendi (Roh) pada Masyarakat Karo Mejuahjuah.id I Ensiklopedia Karo

Mejuahjuah.id – Tendi terdiri dari tiga bagian, yaitu:

  • Tendi “roh”
  • Begu “roh jahat atau hantu”
  • Tubuh

Atau pun

  • Tendi
  • Tendi kedua yang akan jadi begu
  • tubuh.

Setelah manusia meninggal dunia, tendi pun menghilang, tubuh pun hancur, dan begu tetap ada, atau tendi pertama hilang, tendi kedua jadi begu, dan tubuh hancur.

Tendi dan aku seseorang merupakan kesatuan yang utuh, tidak dapat dipisah-pisahkan. Kalau tendi berpisah dengan aku maka orang itu akan meninggal dunia. Kalau tendi pergi sebentar saja dari keakuan seseorang maka orang itu akan jatuh sakit.

Masyarakat desa mengatakan bahwa seseorang itu mempunyai dua tendi. Yang yang satu tinggal di (bawah) kolong rumah di tempat menguburkan ari-ari sang bayi, dan yang kedua tinggai di atas para. Yang pertama itulah yang merupakan tendi yang sebenarnya dari manusia yang merupakan hadiah dari sang bayi, dan yang kedua hanyalah merupakan main-mainan saja, yang dalam bahasa Karo disebut Jile-jile atau “main-mainan”.

Sebenarnya orang tidak tahu apa yang terjadi terhadap tendi ini sesudah orangnya meninggal, hanya secara umum mereka sering mendengar bahwa : tendi jadi begu.

Ada yang mengatakan tendi yang pertama yang bernama maringala hilang bersama kematian, dan tendi yang kedua menjadi “begu jabu” atau “begu keluarga”.

Sumber : Percikan Budaya Karo – Henry Guntur Tarigan

© Mejuahjuah.id /CATATAN : Setiap konten di website Mejuahjuah.id memiliki hak cipta. Jika ingin mengutip sebagian ataupun seluruh isi dari setiap artikel dalam website ini harap menghubungi kami atau memberikan asal sumber kutipan dari Mejuahjuah.id.
Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *